Kholid Ashari, seorang pengusaha asal Jember yang merintis kesuksesannya dari langkah yang sangat sederhana. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, patuh kepada orang tua, dan memiliki semangat yang berbeda dibandingkan teman-teman sebayanya. Saat menempuh pendidikan sarjana di Universitas Jember, kondisi ekonomi membuatnya harus berjuang sendiri untuk membiayai kuliah. Ia pun bekerja sebagai agen koran dari berbagai media, termasuk Jawa Pos Radar Jember. Pengalaman tersebut menjadi titik awal perjalanan kariernya di dunia usaha.
Setelah lulus sebagai Sarjana Ekonomi, ia tidak lagi hanya berjualan koran, tetapi mulai menekuni bisnis yang lebih besar sesuai dengan bidang ilmunya. Ia kemudian mengelola toko alat tulis bernama Senyum Media. Usaha ini dijalankannya dengan penuh ketekunan dan kesabaran, hingga perlahan berkembang pesat. Senyum Media tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi salah satu rujukan utama masyarakat Jember dalam membeli kebutuhan alat tulis. Berkat kerja kerasnya, Kholid berhasil membuka hingga empat cabang toko, yang semuanya ramai pembeli dan menunjukkan bahwa usahanya benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Kesuksesan tersebut tidak membuatnya berhenti berinovasi. Ia kemudian memperluas usahanya dengan membuka toko serba ada bernama Rindang Khatulistiwa. Berbeda dengan Senyum Media yang fokus pada alat tulis, toko baru ini menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan indekos. Nama “Rindang” sendiri memiliki makna khusus, karena diambil dari gabungan nama Kholid Ashari dan istrinya, Endang Budiarti. Selain itu, kata “rindang” juga melambangkan keteduhan dan kenyamanan, sesuai dengan harapan mereka agar toko tersebut dapat menjadi tempat berbelanja yang nyaman bagi masyarakat.
Dalam pengembangannya, Kholid terus menghadirkan inovasi, salah satunya dengan menyediakan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Di dalam toko, tersedia jalur khusus yang memudahkan akses ke lantai atas, serta fasilitas lift agar semua kalangan bisa berbelanja dengan nyaman. Ia berharap Rindang Khatulistiwa dapat menjadi pusat perbelanjaan kebutuhan masyarakat yang lengkap dan ramah untuk semua orang.
Kisah perjalanan Kholid menggambarkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dari seorang agen koran yang berjuang membiayai kuliah, ia mampu berkembang menjadi pemilik beberapa toko besar yang dikenal luas oleh masyarakat. Kerja keras, ketekunan, serta keberanian untuk terus berinovasi menjadi kunci utama yang mengantarkannya pada kesuksesan tersebut.
Baca Selengkapnya: https://radarjember.jawapos.com/ekonomi-bisnis/791116152/awalnya-agen-koran-kini-jadi-owner-senyum-media-dan-rindang-khatulistiwa